Thursday, May 30, 2013

Koran Masa Depan


Membahas tentang perkembangan teknologi di zaman sekarang memang tidak ada habisnya, setiap generasi selalu memunculkan inovasi teknologi yang lebih baru dan menarik.  Manusia pun semakin kreatif dalam menciptakan inovasi yang akan berguna bagi kelangsungan hidup di dunia. Beberapa perusahaan-perusahaan teknologi berlomba-lomba meluncurkan produk-produk terbarunya untuk menarik perhatian konsumen.
Tidak bisa dipungkiri, hal-hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh orang-orang yang berada di  ratusan tahun lalu , justru kini kita  telah terbiasa  dan menjadi bagian dari keseharian kita. Semua itu berkat kecanggihan teknologi . Mulai dari Handphone layar sentuh, tablet, televisi touchscreen, , Armour39, yang merupakan baju atau bahan yang berbekal fungsi alat ukur kinerja atletik dengan konsep layar sentuh. Lalu, ada headphone besutan Neurowear, yang mampu membaca pikiran penggunanya melalui sensor saraf, dan secara otomatis memutar lagu sesuai mood pengguna saat itu. Bagaimana dengan teknologi 10 atau 20 tahun kedepan ? tentunya samkin canggih dan muktahir,.  Salah satu konsep teknologi masa depan adalah teknologi Koran tanpa kertas.
Koran sangat memberikan banyak manfaat di dalam kehidupan kita khususnya dalam sumber informasi, sumber bahan bacaan, bahkan referensi untuk kita. Koran juga dapat menjadi media komunikasi massa yang cukup efektif dalam memperkenalkan atau mempromosikan suatu produk.
Sejak kapan manusia mengenal koran? Dari catatan para peneliti, koran pertama masih berupa lembaran berita yang ditulis tangan, dipasang di tempat umum. Acta Diurna dari masa Romawi kuno (59 SM), berisi berita sosial dan politik, diakui sebagai "koran" pertama di dunia. Sedangkan koran cetak pertama adalah Di Bao (Ti-pao) tahun 700-an di Cina. Metode pencetakannya menggunakan balok kayu yang dipahat aksara Cina. 
Bentuk koran berikutnya masih amat sederhana: newsletter dan buku cerita, di tahun 1400-an. Beritanya lebih banyak berkaitan dengan dunia bisnis para bankir dan pedagang Eropa. Selanjutnya, newsletter dan buku berita berkembang menjadi lembar berita/newsheet tahun 1500-an. Notizie Scritte (pemberitahuan tertulis) yang terbit di Venesia, Italia, termasuk jenis lembar berita itu. "Koran" lembaran ini biasanya dipasang di banyak tempat umum, tetapi yang ingin membaca harus membayar sejumlah 1 gazzeta. Dari sanalah muncul istilah gazzette yang menunjuk koran. . Terbitnya koran-koran di Eropa diawali dengan temuan mesin cetak Johann Gutenberg pada pertengahan abad XV yang memudahkan proses produksi. Awalnya lembar berita yang terbit tidak teratur dan memuat cuma satu peristiwa, kemudian berevolusi dengan terbit teratur seperti yang dilakukan mingguan Avisa Relation oder Zeitung, sejak 1609 di Strasbourg, Jerman. Rupanya, abad XVII menjadi abad penting lahirnya banyak koran di Eropa. Tapi mingguan Frankfurter Journal (1615) yang dikelola Egenolph Emmel di Frankfurt, Jerman, umum dipandang sebagai koran pertama di dunia. Sampai kemudian lahir Leipziger Zeitung (1660), juga di Jerman, yang mula-mula mingguan, kemudian jadi harian. Inilah koran harian pertama di dunia.  Tak lama kemudian Inggris menyusul, diawali oleh The London Gazette (1665) yang masih koran berkala. Inggris mengenal koran hariannya yang pertama dengan terbitnya The London Daily Courant (1702). 
Koran yang ada sekarang memiliki bentuk yang sama dengan koran beberapa tahun silam. Tidak ada perubahan bentuk , dengan bentuk yang lebar dan besar yang menyulitkan kita saat membaca ditempat-tempat umum. Sehingga tidak heran, koran mulai ditinggalkan oleh sebagian orang, mereka mulai melirik media-media online. Kehadiran blog dan juga media online yang menjamur akhir-akhir ini berpengaruh terhadap media cetak. Setiap saat kita bisa  mengakses internet untuk mengetahui berita-berita terbaru, baik melalui Laptop maupun via hp. Mengantisipasi hal itu, beberapa media besar, mulai mengembangkan edisi online untuk Koran yang diterbitkannya. Kebijakan itu ditempuh untuk memanjakan pembacanya dengan berita-berita terbaru.
Ketika semua orang kini bisa mengakses informasi di mana saja, termasuk berita-terbaru, masihkan Koran dibutuhkan? Bukankah masa depan Koran kian terancam, dengan menjamurnya media online dan blog. Apakah media cetak akan ditinggalkan pembacannya?
Untuk mengatasi masalah-masalah itu dikonsepkanlah  koran dengan gambar bergerak dengan memakai teknologi FlexUPD. FlexUPD  adalah sebuah layar monitor yang sangat tipis, dapat ditekuk dan digiling seperti layaknya kertas biasa tanpa rusak sedikitpun. Struktur elektronik FlexUPD memang sangat canggih. Anatomi layar monitor tertipis di dunia ini terdiri dari lapisan-lapisan mikro film transistors yang dilekatkan pada selembar materi fleksibel. Sehingga layar monitor ini tidak kaku dan dapat memiliki tingkat fleksibilitas seperti kertas.Teknologi ini ditemukan oleh sekelompok ilmuwan teknologi informasi di Industrial Technology Research Institute (ITRI). Bukan hanya itu, kelak teknologi terbaru ini juga diharapkan dapat mengurangi berat dan ukuran e-reader dan tablet PC. Layar tipis ini diklaim dapat diintegrasikan dengan beberapa teknologi layar monitor terkini seperti LCD, LED, bahkan OLEDs (organic light-emitting diodes).
Teknologi terbaru temuan ITRI ini telah menerima medali emas dalam Wall Street Journal’s 10th annual Tech Innovation Awards 2010. Dengan ketebalannya yang sangat tipis dan ditambah dengan teknik layout dan percetakan baru, amat sangat mungkin FlaxUPD ini ditempatkan ke kertas koran untuk menampilkan gambar hidup maupun film yang berhubungan dengan berita yang tengah disajikan dalam koran tersebut. . Dengan begitu koran sebagai media cetak akan menjadi lebih menarik, karena disertai gambar hidup atau bergerak seperti poster hidup di film Harry Potter, yang berhubungan dengan berita yang disajikan dalam koran tersebut. Hal ini tentunya sebuah langkah besar bagi teknologi komunikasi. Dengan munculnya teknologi ini, diharapkan mampu menumbuhkan ketertarikan atau minat masyarakat untuk membaca koran cetak. 

Tapi, dari berbagai keuntungan yang kita dapatkan ,sadar atau tidak ada beberapa kerugian yang kita dapat dari koran. Koran sangat berperan besar dalam menghabiskan persedian kayu atau hutan ,karena bahan baku koran adalah kayu sebagai bahan utama pembuatan kertas. Setiap hari, jutaan exsemplar koran digandakan di seluruh dunia. Ini berarti jutaan kilo kertas juga yang digunakan untuk membuatnya. Dari sisi pengguna pemakaian kertas ini juga akan menambah biaya yang harus dikeluarkan untuk membaca informasi pada koran. Tentunya pembaca koran  akan direpotkan juga dengan limbah koran yang menggunung setiap bulannya.
Selain menciptakan koran dengan gambar bergerak, manusia mengkonsepkan teknologi masa depan yaitu koran tanpa kertas.  Konsep teknologi ini adalah melalui jaringan internet dengan perantara wifi (internet tanpa kabel). Akan ada dua alat yaitu alat pembaca yang merupakan konsep koran tanpa kertas , kemudian alat yang berfungsi sebagai receive (penerima data). Pada malam harinya kita meletakkan “Koran tanpa kertas (alat pembaca)” ini diatas receiver (alat penerima) dan pada malam hari data/content yang telah terdownload melalui jaringan wifi  akan disampaikan ke alat pembaca(koran tanpa kertas).


Gambar Teknolgi Koran tanpa kertas
Alat pembaca (koran) adalah sebuah display dengan ukuran tertentu. Yang terbuat dari bahan yang memiliki sifat fleksibel dan transparan saat tidak menampilkan isi tulisan/berita. Koran ini juga dilengkapi dengan tombol untuk membaca halaman selanjutnya atau sebelumnya.
Bila teknologi memang akan hadir nyata, sungguh akan memberikan fleksibiltas bagi para konsumen berita. Selain itu akan mampu memberikan dampak lingkungan yang lebih baik. Penebangan pohon-pohon secara berlebihan akan menjadi berkurang, pemanasan global pun dapat ditanggulangi.
                Teknologi koran tanpa kertas memang masih sebuah konsep dan belum direalisasiakan saat ini. Namun jika konsep ini dapat terlaksana, maka menurut pendapat kelompok kami akan menimbulkan dampak positif dan negatif pada kehidupan manusia.
                Dampak negatif yang mungkin akan terjadi akibat teknologi ini yakni, berkurangnya lapangan kerja bagi manusia khususnya lapangan kerja yang berhubungan dengan kertas seperti usaha percetakan. Para pekerja yang biasanya bertugas untuk mencetak koran di kertas, harus kehilangan pekerjaannya sebab dalam teknologi koran tanpa kertas  maka tahap untuk mencetak berita ke atas media kertas akan ditiadakan. Dengan demikian, akan menambah lagi jumlah manusia tidak produktif atau dengan kata lain akan banyak manusia yang mendapat PHK dari pekerjaannya jika konsep ini dapat terealisasi dikemudian hari. Selain dapat menambah jumlah pengangguran, karena terkoneksi dengan internet, tentunya kemungkinan untuk di sabotase lebih besar. Berita-berita yang di sajikan dapat di sabotase oleh para penjahat dunia maya (hacker) sehingga kebenaran berita yang disajikan keakuratannya masih sangat diragukan. Dan kekurangan yang terakhir yang dapat kami simpulkan berkaitan dengan teknologi koran tanpa kertas ini yaitu alat yang digunakan untuk dapat menerima berita koran. Kita harus membeli terlebih dahulu alat untuk dapat menikmati fasilitas koran tanpa kertas ini. Menurut kelompok kami, hal tersebut merupakan suatu kelemahan yang cukup memberatkan para pecinta koran. Kita harus terlebih dahulu memiliki dua alat yaitu alat pembaca yang merupakan konsep koran tanpa kertas tadi,  kemudian alat yang berfungsi sebagai receive (penerima data) serta jaringan internet. Bandingkan dengan kertas koran saat ini. Kita hanya perlu menunggu loper koran mengantarkan koran ke rumah kita tanpa harus bersusah payah membeli alat-alat serta memiliki jaringan internet seperti yang dikatakan diatas.
                Namun, dibalik dampak negatif dari teknologi koran tanpa kertas, dampak positif yang akan ditimbulkan yakni pohon-pohon serta hutan-hutan penghasil tumbuhan hijau tidak akan lagi terancam punah. Seperti yang kita ketahui, hutan adalah paru-paru dunia serta penghasil oksigen terbesar didunia. Maka dari itu kita harus terus menjaga kelestariannya. Sebab, dengan adanya teknologi koran tanpa kertas maka otomatis penggunaan kertas akan berkurang sehingga pohon-pohon (kulit kayu merupakan bahan dasar dalam pembuatan kertas) dapat terus tumbuh dengan baik di hutan-hutan di dunia ini tanpa harus mengkhawatirkan adanya penebangan untuk memproduksi kertas. Selain itu, teknologi koran tanpa kertas memaksa kita untuk belajar menggunakan teknologi internet. Teknologi internet sangat berperan penting untuk kehidupan dimasa yang akan datang. Karna tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang semua pekerjaan yang dilakukan akan membutuhkan jaringan internet sehingga dibutuhkan keterampilan dari manusia itu sendiri dalam mengolah dan mencari berita melalui dunia maya (internet).
REFERENSI


0 comments:

Post a Comment